8 Kebiasaan yang Menghancurkan Hubungan

Posted: Oktober 31, 2010 in Asmara

8 Kebiasaan yang menghancurkan hubungan

Menurut ahli hubungan, kebiasaan-kebiasaan berikut bisa menghancurkan hubungan. Untuk membangun hubungan hindari kebiasaan seperti berikut:

  1. Jatuh cinta dengan potensinya

Ingin pria anda menjadi terbaik dari versi dirinya itu baik, tapi mencoba mengubah penampilan dan kepribadiannya bisa merusak self-esteem dan membuat anda dan dia jadi frustasi dan marah. Jika anda dan pasangan anda percaya, cinta artinya penerimaan, mendorongnya untuk berubah dan mengkritiknya akan membuat dia menerima pesan kebalikannya. Yang dia dengar adalah, “Kamu tidak cukup baik,” jelas Nina Atwood, M. Ed., LPC., dalam buku Temptations of the Single Girl: The Ten Dating Traps You Must Avoid

Solusi :

Gunakan aturan lama 80-20 untuk kebaikan besama. Gunakan 80% dari waktu kebersamaan anda untuk memberitahu pasangan anda segala sesuatu yang anda sukai dan hargai dirinya, sehingga ketika anda mengatakan sesuatu yang tidak anda sukai, tidak berarti tak ada hal-hal baik lainnya.

2. Perasaan berubah-ubah

Kita hidup dimasa yang pebuh dengan ansietas. Ketika sedang stress, tak jarang pasangan mulai menyalurkan stress kepada satu sama lain. Jika terjadi sesekali mungkin dimaafkan, tapi menjalin hubungan dengan seseorang yang lebih sering merasa buruk ketimbang merasa senang, bisa membuat pria lari.

Solusi :

Kali berikut jika merasa down, ambil waktu untuk memikirkan apa efek perasaan anda. Terlalu moody bisa membuat pria pergi karena mereka tak ingin terus-menerus berurusan dengan masalah ini.

3.  Menggosip

Menceritakan kehidupan asmara anda terhadap teman itu wajar, tapi jika anda telepon sahabat baik, saudara perempuan atau ibu anda setiap kali pria anda melakukan sesuatu yang menjengkelkan anda, anda bukan hanya malu sesudah masalah berlalu, tapi pasangan anda akan merasa diadili dan terhina. Sebagai pasangan, masalah pribadi harus disimpan untuk diri sendiri atau anda beresiko merusak reputasi anda sebagai pasangan, yang lalu bisa membuat anda terisolir dari yang lain dan menghancurkan hubungan anda, jelas ahli personal branding dan schawbel dalam buku “Me: 2.0”. ingat kata-kata punya kekuatan dan bisa merusak reputasi anda jika pasangan dan teman-teman anda menjuluki anda tidak bisa dipercaya.

Solusi :

Kali berikut jika anda menemukan download yang tidak pantas, tahan dorongan untuk menelepon dan mengeluarkan unek-unek anda. Lebih baik duduk dan bicarakan dengan orang yang bisa membantu anda menyelesaikannya, yaitu pasangan anda sendiri. Jika anda tidak yakin bagaimana cara membicarakan topic tertentu dengannya, duduk dan tulis surat kepadanya. Tip : biarkan mengendap dulu selama 24 jam untuk memastikan surat anda mengatakan apa yang benar-benar ingin anda katakana dan tidak hanya penuh dengan kata marah-marah dan menyalahkan.

4. Melodrama

Jika anda menelepon dia sambil menangis setiap kali rekan kerja anda membuat anda marah, delete dia dari facebook setiap kali bertengkar, dan mengancam memutuskan hubungan karena dia tidak mengenbalikan dudukan toilet, dia mungkin akan mulai mencari perempuan baru. Pria benar-benar suka perempuan yang tidak perlu di urusi karena pria cenderung malas secara keseluruhan dan merasa lelah jika harus setiap hari berusaha membuat orang lain senang atau menenangkannya setiap hari.

Solusi :

Simpan detail drama kantor anda untuk diceritakan dengan teman-teman perempuan. Kali berikut jika anda merasa ingin menangis, tarik napas dalam dan nilai situasi dengan angka 1 sampai 10. Jika nilainya dibawah 5, lupakan saja.

5. Menjadi ibunya

Pria anda sayang kepada ibunya dan sayang pada anda. Tapi jika anda yang beritahu dia untuk berhenti mengerjakan sesuatu, memarahi karena perilakunya kurang tepat, atau memberitahu dia tidak boleh pergi dengan teman-temannya karena besok harus menghadiri acara penting, dia bukan hanya kesal karena anda mencoba mengaturnya, kemungkinan dia akan melakukan segala sesuatu yang dilakukan anak-anak ketika diperintah : memberontak. Menghukum pasangan menciptakan dinamika tidak sehat hubungan orang tuadan anak, yang secara otomatis menempatkan pasangan anda pada peran anak dan anda dalam peran ibu, jelas Jeannine Estes, MA. , terapis perkawinan dan keluarga dalam buku Relationships in the Raw. Anak-anak sering melakukan yang berlawanan jika mereka merasa tak punya pilihan dan hal serupa juga terjadi pada pasangan.

Solusi :

Daripada memarahi pria anda atau memberitahu apa yang harus dilakukan atau tak boleh dilakukan, coba minta kebutuhan anda dengan cara jelas dan sopan. Hindari menggunakan nada ibu. Jelaskan pentingnya kebutuhan anda pada pasanagan anda ketimbang menuntut atau memarahinya untuk sesuatu yang  dilakukan atau tidak dilakukannya. Selain itu, memarahi pria anda seakan anda ibunya menempatkan anda pada peran orangtua, menjalani hubungan tanpa bantuan atau kemitraan.

6. Menuntut terlalu banyak waktu dan perhatian

Menghabiskan waktu bersama pria anda termasuk bagian terbaik dalam hubungan, tapi ada perbedaan besar antara bonding dan bersama terus. Banyak pria yang tertarik pada perempuan yang mandiri dan merasa aman. Begitu berada dalam hubungan perempuan mungkin cenderung menjadi terlalu tergantung. Menuntut lebih banyak waktu dan lebih banyak perhatian dari pasangan mereka. Ini bisa jadi masalah karena pria sering sekali perlu lebih banyak ruang dibandingkan perempuan.

Solusi :

Ingatkan pria anda akan perempuan hebat dan mandiri yang membuatnya tertarik kepada anda dengan menggunakan waktu anda mengerjakan aktivitas favorit dan menikmati kebersamaan dengan teman-teman perempuan anda sesekali tanpa bersamanya. Dengan menunjukkan kemandirian anda, anda bukan hanya member kesempatan untuk merasa rindu kepada anda, tapi juga punya sesuatu yang menarik untuk diceritakan kepadanya ketika bertemu.

7. Cemburu

Dia terus-menerus memberitahu anda betapa dia mencintai anda, tapi anda tetap saja periksa teleponnya ketika dia mandi atau cemburu pada setiap perempuan cantik yang dia ceritakan. Sedikit cemburu adalah normal dalam hubungan. Menuduh pria anda selingkuh dan bertanya ke mana saja dia pergi setiap kali bertemu dengannya bisa membuatnya merasa diatur, dimanipulasi dan dihina.

Solusi :

Kecuali jika pria anda mengatakan atau melakukan sesuatu yang membuat anda curiga, kecemburuan anda lebih disebabkan hubungan anda dengan diri sendiri ketimbang anda berdua sebagai pasangan. Jangan periksa computer dan riwayatnya. Apakah anda pernah dikhianati di masa lalu? Apakah anda dibesarkan di rumah di mana kesetiaan dilanggar? Mungkin anda punya masalah yang tidak diselesaikan di masa lalu yang membuat sikap anda menjadi seperti ini. Jika merasa tak bisa mengendalikan monster bermata hijau ini sendiri, jangan ragu untuk menghubungi konselor yang bisa membantu anda menemukan sumber ketidakamanan anda dan menyelesaikannya.

8. Tidak menjaga atau memperhatikan penampilan

Di awal hubungan, kedua belah pihak berusaha tampil dan melakukan yang terbaik. Tapi seiring dengan waktu, muncul daster dan sweatpants lusuh. Orang-orang cenderung jadi malas sesudah berpasangan. Menjadi nyaman memang baik, tapi tak ada orang yang ingin berdekatan dengan orang yang membosankan dan menjadi bosan, ungkap Lissa Coffey dalam What’s Your Doscha, Baby? Discover the Vedic Way for Compatibility in Life and Love.

Solusi :

Pria senang dirayu dan diperlakukan secara mesra seperti halnya perempuan. Dan bagian  yang membuat hubungan jadi menyenangkan adalah menemukan misteri dan mencoba hal-hal baru bersama. Jika perempuan tidak lagi berusaha Nampak cantik untuk prianya dan mengharap pria yang mengurusi segala sesuatu di departemen percintaan, pria mulai merasa di anggap remeh dan menduga pasangan perempuannya tidak lagi senang membuatnya terkesan. Tunjukan kepada pria anda dengan tampil cantik ketika bersamanya. Buat acara malam romantic untuk bersamanya. Dia bukan hanya menghargainya, tapi akan membalasnya dengan melakukan hal serupa.

Iklan

Makanan Untuk Memerangi Stres

Posted: September 6, 2010 in Kesehatan

Stress berefek pada pola makan kita. Tapi makanan tertentu dapat menurunkan ketegangan atau stress dan simptomnya. Antara lain sebagai berikut :

Cokelat hitam

Kaya flavanoid yang erkenal dengan khasiatnya yang menenagkan. The chamomile termasuk salah satu sumber flavanoid yang baik. Cokelat juga mengandung phenethylamine, sejenis zat kimia yang meningkatkan rasa senang. Semakin hitam coklat, semakin banyak senyawa sehat yang anda dapatkan. Pilih cokela dengan 70% cococa atau lebih tinggi.

Susu skim

Segelas susu hangat benar-benar menenangkan. Sebuah studi menemukan, perempuan yang minum 4 saji atau lebih susu rendah lemak atau susu skim setiap hari berkemungkinan lebih rendah separuhnya mengalami stress terkait dengan symptom PMS disbanding yang minum kurang dari 1 saji perminggu.

Havermut

Karbohidrat membantu memproduksi serotonin, hormone penenang yang membantu memerangi efek negative keresahabn. Mungkin itu sebabnya banyak orang yang ingin makan karbohidrat ketika stress. Ikuti keinginan ini dan pilih versi yang sehat. Havermut tinggi serat, yang berarti tubuh akan mengabsorpnya secara perlahan. Anda akan merasa kenyang sambil memperpanjang peningkatan serotonin.

Salmon

Riset menunjukkan, asam lemak omega-3 yang banyak terdapat pada ikan seperti salmon dapat membantu membalikkan symptom sters dengan meningkatkan kadar serotonin. Diet kaya omega-3 juga dapat membantu menekan produksi hormone ansietas cortisol dan adrenalin.

Walnut

Menunjukkan dapat membantu menurunkan tekanan darah, yang sangat penting bagi yang jantungnya sudah kerja keras karena kadar adrenalin tinggi. Pada kenyataannya, riset mendukung kuat khasiat kesehatan yang disebutkan FDA Amerika.

Biji Bunga Matahari

Sumber yang baik dari folate, yang membantu tubuh menghasilkan zat kimia otak yang membangkitkan rasa senang disebut dopamine.

Bayam

Studi-studi menunjukkan, magnesium yang ditemukan dalam sayuran hijau seperti bayam, memperbaiki redpons tubuh terhadap stress.

Blueberry

Antioksidannya membalikkan efek hormone stress seperti cortisol pada tubuh kita.

Diet untuk Menurunkan Asam Urat

Posted: September 6, 2010 in Kesehatan

Gout, juga dikenal sebagai hyperuricemia atau asam urat tinggi, termasuk salah satu bentuk arthritis yang luar biasa menyakitkan/ secara umum berlangsung lama dengan sejumlah asam urat yang jumlahnya berlebihan di dalam darah.

Asam urat merupakan bagian yang normal dari metabolisme, dibuat tubuh ketika purin dipecah. Asam urat biasanya diencerkan di dalam tubuh lewat urin. Orang yang mederita gout kemungkinan memproduksi terlalu banyak asam urat atau tak bias mengeluarkannya secara efisien. Lama kelamaan, asam urat mengental dan membentuk kristal tajam disekitar sendi, mengakibatkan inflamasi dan rasa sangat sakit. Serangan dating dan pergi dan bias berlangsung selama berminggu-minggu. Asam urat tinggi dapat memperburuk tekanan darah tinggi, leukemia, dan diabetes.

Kristal yang menimbun di sekitar sendi dan tulang rawan ini lama kelamaan jadi besar. Akibat jangka panjang adalah, sendi lumpuh dan mengembangkan batu ginjal asam urat.

Menurut University of Maryland Medical Center, perubahan gaya hidup makanan tinggi purin (sejenis protein), dapat membantu mencegah serangan gout. Buah segar memberikan nutrient yang berharga dan dapat membantu mencegah symptom gout. Berikut diet untuk mengendalikan gout.

Hindari Makanan Tinggi Purin

Eliminasi makanan tinggi purin yang secara tipikal makanan kaya protein, tapi ada juga makanan dan minuman lain yang mengandung purin dalam jumlah bermakna. Eliminasi makanan ini dapat membantu mencegah simpton parah dan dapat meningkatkan khasiat terapi obat.

Makanan yang harus dihindari terdiri dari :

Jeroan (liver, ginjal, otak, jantung, dan lain-lain), sardine, anchovy, mackerel, ikan kalengan, kerang, daging sapi, daging babi, cokelat, bir, red wine dan kacang-kacangan (bean).

Makanan dengan kadar purin sedang (kurangi makanan ini), antara lain :

Pea, polomg-polongan, havermut, bayam, asparagus, jamur, kepiting, udang, belut, daging merah (daging sapi, kambing, babi), unggas, ikan lain, dan daging olahan.

Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam New Egland Journal of Medicine, Maret 2004, kombinasi makanan tinggi protein seperti polong-polongan, jamur, menunjukkan tidak meningkatkan risiko gout pada pria.

Makanan yang Boleh dikonsumsi

Menurut University of Pittsburgh Medical Center, orang-orang dengan gout dianjurkan makan roti, nasi, serelia, pasta yang diperkaya dan kentang karena karbohidrat membantu menurunkan kadar asam urat di dalam tubuh. Semua buah, jus buah dan kebanyakan sayuran dianjurkan karena mengandung berbagai jenis vitamin dan mineral, antara lain antioksidan yang membantu mendukung system imun yang sehat dan menurunkan risiko infeksi dan penyakit. Produksi susurendah lemak, selai kacang tanah, cottage cheese, telur, dan unggas bisa diterima penderita gout dan menjadi sumber protein yang berharga.

Mayo clinic menganjurkan orang-orang dengan gout mengkonsumsi dayuran yang lebih alkaline seperti lettuce, worel, seledri, mentimun.

Stroberi, blueberry, dan anggur tinggi alkaline yang melarutkan asam uarat dan kristalnya, membantu dikeluarkannya dari tubuh ketika berkemih.

Diet Menurunkan Asam Urat

  • Minum 2 gelas air putih dengan perasan sari jeruk lemon setiap hari. Lemon kaya vitamin C (ascorbic acid). Vitamin C dapat ,elarutkan asam urat dan mengeluarkannya dari tubuh lewat urin. Jangan menambahkan gula karena dapat meningkatkan produksi asam urat dan mengiritasi pancreas.
  • Makan 2 cup ceri setiap hari. Ceri mengandung senyawa ampuh yang disebut anthocyanin yang memberikan warna merah tua pada ceri. Anhocyanin dapat menurunkan asam urat di dalam tubuh. Jangan makan ceri dalam sirup gula karena kandungan gla tinggi dapat meningkatkan kadar asam uarat di dalam darah.
  • Hindari makanan tinggi purin. Makan makanan rendah purin seperti produk kedelai (tahu, tempe, susu, kedelai), brokoli, nasi, buah-buahan dan jus.
  • Konsumsi makanan tinggi serat setiap hari. Serat dapat membantu menurunkan asam urat di dalam darah dengan mengikat kolestrol dari makanan yang dikonsumsi dan di eliminasi lewat feses. Makanan kaya serat antara lain prune, avokad, apel, pisang dan apricot.

Makanan berkhasiat obat untuk gout

Makanan tertentu dapat membantu tubuh mencairkan kristal asam urat dan mebantu ginjal mengeluarkannya, membersihkan darah dan membantu mencegah serangan gout. Konsumsi makanan berikut untuk meredakan symptom gout : tart cerry atau jus ceri, apple cider vinegar, nanas, kunyit, jahe, buah-buah berry, peterseli, seledri, lemon, makanan-makanan tinggi potassium jeruk seperti pisang, cantaloupe, jus jeruk. Menambahkan makanan dan bumbu ini ke dalam diet membantu meredakan sakit dan inflamasi.

Tokoh Indonesia Ali Sadikin (1927-2008)

Posted: September 6, 2010 in Sejarah

Dimakamkan di TPU Tanah Kusir
Obituari: Mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin, yang akrab dipanggil dengan Bang Ali, meninggal dunia dalam usia 82 tahun, Selasa 20 Mei 2008 pukul 17.30 WIB di RS Gleneagles, Singapura. Letnan Jenderal TNI KKO-AL (Purn),  itu meninggal setelah dirawat selama sebulan di RS tersebut.

Jenazahnya dibawa pulang ke Jakarta, Rabu i21/5 pukul 07.00 waktu Singapura. Putra Ali Sadikin, Boy Benardi Sadikin, kepada wartawan di rumah duka, Jalan Borobudur Nomor 2, Jakarta Pusat, Selasa 21/5 malam, mengatakan, jenazah akan disemayamkan di rumah duka dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Tanah Kusir, Jakarta, Rabu 21/5. Menurut Boy, hal ini sesuai pesan Bang Ali agar jenazahnya ditumpangkan di makam isterinya, Nani Sadikin.

Pemakaman dengan cara ditumpangkan ini sesuai dengan gagasannya dulu ketika memimpin Jakarta. Ia konsekuen dengan usulannya mengingat lahan Jakarta semakin sempiti.

Bang Ali meninggalkan lima putra dan 12 cucu. Istri pertamanya, Ny Nani, sudah meninggal dunia. Istri kedua Bang Ali adalah Ny Linda Syamsuddin Mangan

Ali Sadikin

Paling Berjasa Membangun Jakarta
Letnan Jenderal TNI KKO AL (Purn) H Ali Sadikin  (Bang Ali) menerima tanda kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana karena dinilai berjasa luar biasa terhadap negara dan bangsa, khususnya mengembangkan Kota Jakarta sebagai Kota Metropolitan. Presiden Soekarno mengangkat putera bangsa kelahiran Sumedang, 7 Juli 1927 ini sebagai Gubernur Jakarta lantaran dianggap kopig alias keras kepala. Dia berhasil sebagai pemimpin justru karena pembawaannya yang keras itu.

Ia juga termasuk salah seorang penggagas pembangunan Taman Mini Indonesia Indah, Pendiri Taman Ismail Marzuki, Taman Impian Jaya Ancol, Pekan Raya Jakarta, Gelanggang Mahasiswa, Gelanggang Remaja, Pusat Perfilman Usmar Ismail serta berbagai bangunan bersejarah seperti Museum Fatahillah, Museum Tekstil, Museum Keramik, Museum Wayang serta mengembalikan fungsi gedung-gedung bersejarah, seperti Gedung Juang 1945 dan Gedung Sumpah Pemuda.

Penyematan Bintang Penghargaan dilaksanakan pada Kamis pagi, 14 Agustus 2003 di Istana Negara. Peristiwa itu mengingatkannya pada peristiwa 37 tahun lalu. Tahun 1966, ia berdiri di depan Presiden Soekarno dalam upacara pelantikan Gubernur Jakarta. Kamis kemarin, ia berdiri di depan putri Bung Karno yang bernama Megawati Soekarnoputri dalam suatu upacara yang khidmat selama 20 menit untuk menerima Bintang Mahaputra Adipradana. Istana Negara adalah tempat yang tidak pernah diinjaknya setelah ia dijuluki oleh para pemimpin Orde Baru sebagai pembangkang.

Ia datang ke Istana Negara bersama istrinya, Linda Mangaan, dan putra bungsunya, Yasser Umarsyah (14).

Setelah upacara, ia menerima ucapan selamat berupa tempel pipi dari Megawati. Tempel pipi juga diberikan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Surjadi Soedirdja, mantan Menteri Negara Peranan Wanita Sulasikin Murpratomo, artis film Christine Hakim, dan kelima putranya yang hadir.

Selama upacara berlangsung, Ali Sadikin disediakan kursi untuk duduk, tetapi ia tetap berdiri. Seusai upacara, Megawati mempertanyakan kesehatannya. Ali Sadikin mengatakan, kakinya tidak bisa tahan berdiri lama. Puluhan wartawan kemudian mengelilinginya. Sekali-sekali istrinya memberikan air putih. Suara Ali Sadikin di depan para wartawan masih lantang.

“Bapak sekarang sudah 77 tahun sehingga sering lupa pada banyak hal. Tapi kalau bicara soal negara, Jakarta, dan perjuangan untuk rakyat, masih sangat cemerlang,” ujar putra sulung Ali Sadikin, Boy Bernadi Sadikin, tentang ayahnya.

Bang Ali, demikian ia akrab disapa, tidak menyangka mendapat tanda kehormatan Bintang Mahaputra Adipradana. Ia mendapat informasi bahwa ia dinilai patut menjadi tokoh simbol bagai pembinaan budaya dan pariwisata. “Saya heran karena saya bukan budayawan. Tapi, katanya, saya berhasil membangun Jakarta sebagai kota budaya dan kota pariwisata,” ujar pria kelahiran Sumedang tanggal 7 Juli 1927 itu.

Gayanya memimpin Bang Ali dinilai cocok dengan kondisi Ibu Kota yang semrawut dan memerlukan kedisiplinan. Ternyata pilihan Soekarno tidak salah. Jenderal Angkatan Laut ini mampu menyulap Jakarta dari sekadar sebagai pusat pemerintahan menjadi pusat perdagangan sekaligus industri.

Sikap keras orang Sumedang, Jawa Barat, ini bukan cuma ditujukan kepada aparatnya yang tidak berdisiplin. Ketika memimpin Jakarta selama 10 tahun, ia juga dikenal kuat dalam mempertahankan prinsip. “Sebagai gubernur, saya harus melindungi dan menyejahterakan rakyat. Itu prinsip saya,” katanya.

Caranya? Inilah yang mengundang kontroversi. Ia membuat gebrakan dengan melegalisasi perjudian. Untuk mengisi pundi anggaran daerah, Ali juga nekat mengizinkan bar dan panti pijat. Yang penting baginya, ada dana untuk membuat mulus jalan-jalan di seluruh Jakarta. Kritik keras yang datang dari para ulama tidak didengarnya.

Soal ijin perjudian tidak terlepas dari minimnya anggaran Pemda dalam upaya membangun Jakarta. Pada saat pertama kali menjabat, Bang Ali membuat rencana program pembangunan Jakarta. Saat itu dibutuhkan uang banyak untuk melakukan pembangun demi kesejahteraan masyarakat. Sedangkan anggaran Jakarta yang tersedia hanya Rp 66 juta, sementara jumlah penduduk sekitar 3,4 juta jiwa. Padahal pemerintah kolonial Belanda dulu hanya menyiapkan kota ini untuk menampung 600 sampai 800 ribu orang. Lalu, ia mengumpulkan seluruh unsur pimpinan daerah dan menjelaskan bahwa Jakarta butuh duit sangat besar.

Bang Ali bertanya ke mereka, “Saudara-saudara ini dapat berapa, sih, penghasilan dari judi? Akan saya ganti, malah bisa lebih tinggi.” Mereka tidak bisa melawan. Sebab, uang dapat, tanggung jawab juga lepas. Nah, waktu itu ada empat tempat judi yang dijaga tentara. Lalu staf saya langsung mengatur, semua duit dari judi langsung masuk ke rekening bank. Dari judi ini setahun dapat sekitar Rp 40 miliar.

Selain judi, Ali Sadikin juga membuka tempat hirusan dan melegalisasi pelacuran. Namun ia mengatakan upaya itu sebagai bagian dari melayani masyarakat. Karena itu, ia berani membuka judi, steam bath, dan klub-klub, terutama untuk orang asing. Kalau habis bekerja, mereka biasanya tak mau pulang dulu, tapi pergi ke klub untuk minum kopi, setelah itu baru pulang. Pembukaan klub-klub itu dilakukan untuk melayani masyarakat kelompok ini.

Sedangkan pelacuran, karena dulu setiap menjelang malam di Jakarta bertebaran “becak komplet”. Maksudnya, di dalam ada pelacurnya. Si tukang becak itulah yang menjadi makelarnya. Daripada berkeliaran dan meresahkan warga Jakarta, maka dibuatlah lokalisasi di Kramat Tunggak. Dulu, tanah yang digunakan untuk tempat pelacuran itu sudah dibeli. Anehnya, kok sekarang masyarakat yang datang belakangan menuntut ganti rugi. Itu berarti arsip bukti aset-aset Pemda itu lenyap entah ke mana sekarang.

Ketika Sutiyoso berniat mengikuti langkah yang ditempuh Bang Ali, ternyata respon masyarakat berbeda. Banyak masyarakat yang menentang rencana Bang Yos. Menurut Bang Ali, situasi sekarang rakyatnya sudah lain. Sekarang kenyataannya sudah rusak akibat politik dan segala macam. Sehingga masyarakat makin tidak terkendali. DPRD dulu lain dengan sekarang. Sekarang juga ada LSM dan segala macam.

Wataknya yang keras masih tergambar pada kerutan-kerutan wajah Ali Sadikin, yang kini berusia 75 tahun. Kondisi fisiknya mulai lemah. Ia tidak bisa lagi berolahraga angkat besi, kegemarannya. Pendengarannya pun mulai menurun. Bahkan sekarang ia perlu memakai alat bantu dengar di telinga. Kata dokternya, berkurangnya fungsi pendengarannya berkaitan dengan penyakit ginjalnya.

Ali Sadikin memang baru saja dirawat di rumah sakit militer di Ghuang Zhou, Cina, selama tujuh bulan karena penyakit yang dideritanya. Ia bisa pulang setelah mendapat cangkokan ginjal, tapi berat tubuhnya berkurang 25 kilogram.

Yang tidak pernah surut adalah semangatnya. Apalagi bila berbicara tentang Jakarta. Dia tak lelah menjelaskan dengan runtut dan detail berbagai program yang dijalankannya selama dua periode menjabat Gubernur Jakarta. Saat menerima tugas sebagai gubemur pada 1966, inflasi mencapai 600 persen. Sarana pendidikan, kesehatan, pasar, dan tempat ibadah jumlahnya tidak mencukupi untuk melayani masyarakat Jakarta. Sedangkan anggaran yang ada hanya Rp 66 juta.

Pada akhir masa jabatannya tahun 1977, dia meninggalkan uang di kas daerah sebesar Rp 89,5 miliar. Juga, jalan-jalan yang mulus, penambahan ratusan sarana pendidikan dan kesehatan, terminal bus, dan pasar. Ali Sadikin juga mewariskan sejumlah bangunan penting seperti Taman Ismail Marzuki bagi para seniman, dan sebuah gelanggang mahasiswa di daerah Kuningan.

Ketika disinggung ia memiliki andil dalam pembangunan Taman Mini Indonesia Indah, Ali Sadikin meluruskan bahwa, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) berdiri karena gagasannya bersama dengan Ny Tien Soeharto (almarhumah). “Kalau tidak ada beliau, TMII tidak lengkap. Beliau bisa memerintahkan tiap provinsi membangun paviliun di tempat itu. Itu jasa Ibu Tien,” katanya.

Sementara kawasan Ancol berasal dari gagasan Bung Karno, orang yang sangat dihormati dan disayangi. Taman Ismail Marzuki berdiri untuk mengenang Ismail Marzuki yang merupakan seniman dan pahlawan. Kebun Binatang adalah salah satu tempat konsentrasi pariwisata.

Sayang, ketika Kota Jakarta genap berusia 475 tahun, tepatnya pada 22 Juni lalu, sebagian besar gedung itu telantar atau berubah fungsi. Sebagian areal gelanggang mahasiswa tersebut disulap menjadi pertokoan. Harapan untuk menjadikan Pusat Perfiliman Usmar Ismail sebagai Hollywood-nya Indonesia pun tak terwujud.

Perubahan Jakarta saat ini membuatnya merasa dikhianati. Berbagai fasilitas untuk rakyat yang sudah dibangunnya ternyata tidak dipelihara, ada yang rusah, bahkan sebagian ditukar-guling (ruilslag). Menurut pandangannya, para penggantinya sebagai Gubernur Jakarta tidak ada yang menambah fasilitas untuk rakyat.

Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro di Jalan H.R.Rasuna Said yang dimaksudkan para mahasiswa mempunyai tempat untuk kumpul-kumpul, sekarang malah diganti menjadi pertokoan. Lalu gelanggang remaja di Bulungan malah disewakan untuk swasta. Gedung Perfilman Usmar Ismail di Kuningan yang diproyeksikan menjadi pusat film semacam Hollywood di Amerika Serikat, sekarang tanahnya di-ruilslag. Dulu di tiap kecamatan juga ada balai rakyat yang bisa dipakai untuk hajatan, olahraga, dan segala macam, tetapi sekarang entah ke mana.

Meskipun kecewa terhadap kinerja Gubernur Jakarta sesudahnya, Bang Ali tidak mau melakukan penilaian itu sebagai kesalahan pribadi. Sebab, kepemimpinan seorang gubernur itu ditunjang oleh perangkat dan aparat pemerintahan.

Nasib Sutiyoso saat ini dianggapnya hampir sama dengan waktu pertama ia menjadi gubernur tahun 1966. Tetapi keadaan sekarang bukan cuma ekonomi yang bangkrut. Semuanya hancur, termasuk juga moralnya. Dulu menurutnya, koruptornya masih bisa dihitung dengan jari. Sekarang, sudh membengkak berkali lipat.

Melihat kondisi saat ini, Bang Ali teringat ramalan Ronggowarsito. Sekarang ini sudah zaman edan. Kita tidak punya tokoh untuk dicontoh, karena semuanya edan. Di samping itu, aparat juga kurang tegas. Hal ini kemungkinan karena gaji pegawai negeri itu paling cukup untuk 10 hari. Padahal, pada zaman ia memimpin dulu, gaji anggota DPRD ditentukan setidaknya 80 persen dari gaji DPR pusat.

Menangani Ibu Kota menurutnya perlu penanganan serius dan berkelanjutan. Namun hal ini tidak berarti seorang gubernur harus menjabat hingga dua kali masa jabatan. Yang penting, menurutnya, harus ada program jangka panjang, misalnya untuk 20 tahun. Selain itu, pengganti gubernur yang menjabat itu nantinya tidak sok-sokan dengan terus menggagas idenya sendiri, seolah-olah ide gubernur lama itu salah dan hanya ia sendiri yang punya ide yang benar. Mereka harus meneruskan program itu. Membina kota itu bukan membina keluarga yang bisa beberapa tahun saja.

Di tingkat nasional pun sebetulnya juga harus ada program jangka panjang. Sehingga siapa pun yang jadi presiden mempunyai pegangan. Masalah yang ada sekarang ini adalah tidak adanya program jangka panjang berskala nasional. Program pembangunan jangka panjang praktis hancur setelah Indonesia dilanda krisis ekonomi sejak tahun 1997. Perumusan program jangka panjang masih terus diupayakan dan masih menjadi wacana yang belum sampai pada solusi.

Dulu Bang Ali menjabat Gubernur DKI Jakarta sampai dua periode (1966-1977). Satu tahun pertama digunakan untuk menentukan dasar-dasar pembangunan. Baru pada tahun kedua bisa menjalankan visi, misi, dan program yang telah dibuat. Kebetulan pada sat itu dirinya tidak terbawa intensitas politik nasional, jadi bisa konsentrasi pada program. Tokoh-tokoh politik nasional sendiri saat itu perhatiannya sibuk menjatuhkan Soekarno dari kursi presiden.

Selama masa Orde Baru, Gubernur DKI kebanyakan berasal dari militer atau militer yang sudah pensiun. Hal ini dijelaskannya karena kekuasaan Orde Baru itu adalah kekuasaan tentara dan Golkar. Maka bukan hanya DKI saja melainkan banyak bupati dan gubemur di berbagai propinsi di Indonesia berasal dari tentara dan Golkar. Angkatan Darat pun menjadi alat kekuasaan. Tapi menurutnya itu bukanlah kesalahan institusi Angkatan Darat. Ini adalah masalah politik. Kesalahan ada pada mantan Presiden Soeharto.

Ia juga bertanya, siapa yang melakukan perebutan kekuasaan dari Orde Lama ke Orde Baru? Tapi, sekarang apa ada masyarakat yang menuntut Soeharto untuk diadili? Yang dituntut hanya korupsi yayasan. Padahal yang dituntut korupsi itu hanya sebesar Rp 1,2 triliun. Jumlah itu termasuk kecil jika dibandingkan dengan utang nasional yang mencapai ratusan triliun rupiah. Belum lagi utang swasta yang banyak sekali.

Sebagai ibukota yang dikelilingi kota-kota di sekitarnya, Pemerintah DKI perlu melakukan kerja sama dalam mengatasi masalah yang saling berkaitan dengan tetangganya. Masalah yang sering muncul di DKI adalah banjir kiriman dari Bogor. Jika DKI terjadi banjir, maka gubernur tidak bisa disalahkan begitu saja. Apalagi, banjir tersebut bukan karena tingginya curah hujan di Jakarta melainkan kiriman dari wilayah yang lebih tinggi dan menyalurkan air sungai ke Jakarta.

Pada zaman Belanda terdapat sekitar 200 waduk untuk menampung air yang letaknya di Bekasi, Bogor, dan Tangerang. Sekarang sebagian besar sudah diuruk untuk pembangunan realestat oleh bupati-bupati di wilayah itu. Tidak lagi ada koordinasi antar pimpinan daerah.

Hal tersebut juga berlaku bagi penanganan masalah sampah. Tangerang dan Bekasi tidak mau menampung sampah dari Jakarta. Padahal hidupnya Bekasi karena pengaruh dan perkembangan Jakarta. Adanya pabrik segala macam itu karena Jakarta telah penuh dengan pembangunan, maka terus merembet ke sana. Anggaran pendapatan di Bogor, Bekasi dan Tangerang sangat besar, melampaui kota-kota lain. Itu pun karena terimbas perekonomian di Jakarta. Kalau malam hari orang Jakarta tinggal di sana dan membayar pajak tanah dan rumah untuk ketiga daerah itu.

Solusinya, antara Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabotabek) itu harusnya dibuat sebuah lembaga tersendiri, dipimpin oleh seorang yang mungkin setingkat menteri. Tugasnya menyelamatkan lingkungan kehidupan. Dulu waktu Bang Ali memimpin Jakarta sudah dicoba dilembagakan, tapi baru tahap semacam kantor perwakilan di Jakarta.

Sebagai mantan perwira tinggi marinir, Ali Sadikin mengaku cukup prihatin dengan kemampuan dan kondisi Tentara Nasional Indonesia saat ini. Asrama tempat tinggal prajurit amat parah. Sementara sumbangan dari Presiden Megawati untuk asrama dipersoalkan. Ia menanyakan, apa sih sebenarnya maunya DPR itu. Bukan cuma kesejahteraan tentara yang turun, peralatan TNI pun sekarang kurang sekali. Kemampuan TNI sekarang sudah tertinggal dari Singapura dan Malaysia. “Apakah kita tidak malu?” tanyanya.

Penghargaan Bintang Mahaputra Adipradana diperolehnya bukan karena ia sering bertemu Megawati. Justru ia terakhir kali bertemu Mega ketika masih menjadi wakil presiden. Sedangkan pertemuan dengan suami Mega, Taufiq Kiemas, terjadi ketika Taufik datang menjenguknya. Kesempatan itu digunakan untuk membicarakan nasib tahanan politik dari Angkatan Laut yang jumlahnya sekitar 300 orang. Sebagai ketua tim advokasi tahanan politik Angkatan Laut, Ali minta nama mereka direhabilitasi, karena mereka ditahan belasan tahun tanpa diadili.

Hasil pembicaraan itu dianggapnya ada kemajuan. Ada beberapa nama yang berhasil direhabilitasi, tetapi belum semuanya. Mereka itu, menurutnya, bukan PKI. “Tetapi ada pengkhianatan dan dibikin-bikin dan memang ada perintah dari atasan saat itu agar dihabiskan sejumlah orang sekian banyak. Ini yang saya perhatikan. Saya tidak ingin membawa dosa kalau saya mati. Ini kalau tidak diselesaikan, akan sampai ke anak cucu. Ini suatu kejahatan yang bukan main,” demikian pidato tidak resmi Bang Ali.

Ia juga berbicara tentang nasib nama Bung Karno yang namanya belum dipulihkan karena ada beberapa Ketetapan MPRS XXXIII Tahun 1967 yang tidak dicabut. “Seperti nasib Bung Karno sekarang, DPR lepas tangan. Katanya ini enmalig, apa itu enmalig. Padahal, dalam Ketetapan MPRS dikatakan pemerintah harus menyelesaikan secara hukum.”

Menilai kehidupan saat ini yang dianggap mulai stabil, Bang Ali justru mempertanyakannya. “Apanya yang stabil? Hidup rakyat itu bukan semata-mata politik, tapi ekonominya. Dolar turun, tetapi harga kok naik terus. Orang saling bunuh, perampokan segala macam, itu karena mereka lapar.”

Untuk itu, ia meminta pemerintah lebih memperhatikan persoalan rakyat di bawah. “Sekarang berat. Negaranya dalam keadaan susah. Para politikus bertengkar terus, tidak memikirkan rakyat. Nafsunya untuk mendapatkan kekayaan begitu hebat. Lihat pegawai negeri ABRI itu (maksudnya TNI sekarang-Red), gajinya berapa? Mungkin hanya cukup untuk makan lima hari, seperti kalian wartawan. Sementara itu, beberapa orang lainnya mendapatkan penghasilan puluhan juta,” ujarnya.

Bagaimana hubungan Bang Ali dengan keluarga Bung Kamo? Dengan bangga Bang Ali menanyakan, siapa yang membangun rumah untuk Megawati, Guruh, atau Sukmawati? Ia juga menjawab pertanyaan itu bahwa Pemda DKI lah yang membuat rumah mereka di Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Juga izin pemilikan pompa bensin. Semua itu dilakukan ketika ia masih menjabat Gubernur DKI. Guruh Soekarnoputra pun mendapat bagian. Pemberian itu dimaksudkan sebagai bekal hidup anak mantan presiden. Ia pun membandingkan dengan anak mantan Presiden Soeharto yang sekarang punya ratusan perusahaan.

Meskipun pada waktu Presiden Soeharto berkuasa ia pernah dicekal, namun hal itu tak jadi halangan untuk menjalin tali silaturahmi. Misalnya, lebaran tahun 2001 ia datang ke rumahnya. Pada saat itu ada Ali Alatas (bekas Menteri Luar Negeri). Karena waktu itu Pak Harto sudah tidak bisa bicara, jadinya dua Ali yang ngobrol (Ali Sadikin dan Ali Alatas). Setelah itu mereka makan hidangan Lebaran.

Pencekalan itu ternyata tidak membuatnya sakit hati. Ia ikhlas, malah mengaku untung dicekal. Karena pencekalan itu anak, istri, dan dirinya sendiri tidak bisa ke luar negeri, malah bisa menghemat. Selama hidupnya, ia belum pernah bersama anak-anak rekreasi ke luar negeri. Di dalam negeri pun hanya sekali, itu pun ke Bali.

Pengalaman, ketokohan, dan kematangannya sebenarnya merupakan modal besar baginya untuk dapat mendirikan salah satu partai politik atau bergabung dengan partai politik yang sudah ada. Namun, ia tidak mau melakukan itu. Tawaran dari partai politik tidak hanya satu tapi beberapa kali datang dari partai berbeda. Namun ia menolak itu semua dengan alasan ingin mandiri.

Lain parpol lain pula dengan Petisi 50, forum diskusi kritis yang dibidaninya tahun 1980 yang menyebabkannya dicekal pemerintahan Orde Baru. Sebagai pendiri Petisi 50, Bang Ali berminat mengadakan diskusi lagi. Menurutnya, misi Petisi 50 adalah mengajarkan demokrasi yang sebenarnya yaitu untuk memperbaiki nasib bangsa. Bukan untuk jadi presiden.

Ketika ditanyakan, siapa kira-kira yang pantas menjadi presiden setelah Pemilu 2004, dengan lugas ia menjawab, “Nurcholish Madjid (sambil mengacungkan jempol).” Menurutnya, sosok Cak Nur adalah yang terbersih dan paling memiliki harapan untuk perbaikan masa depan bangsa di antara calon presiden lainnya. Bang Ali memandang positif ketika Cak Nur mengeluarkan pernyataan pembubarkan HMI (Himpunan Mahasiswa Islam). Karena kenyataannya yang korupsi banyak orang HMI.

Sejak tahun 1959 hingga 1977, Ali Sadikin memegang beberapa jabatan seperti Deputi Kepala Staf Angkatan Laut, Menteri Perhubungan Laut Kabinet Kerja, Menteri Koordinator Kompartemen Maritim/Menteri Perhubungan Laut Kabinet Dwikora dan Kabinet Dwikora yang disempurnakan, dan terakhir Gubernur Jakarta selama 11 tahun.

Setelah tahun 1977, namanya menjadi populer karena menjadi tokoh Petisi 50 yang menentang secara terbuka pemerintahan rezim Soeharto. Ia dicekal, tetapi tidak pernah dipenjara atau diajukan ke pengadilan.

Selama empat tahun terakhir ini ia tidak banyak melakukan kegiatan fisik, termasuk menghindari datang ke resepsi-resepsi atau ceramah-ceramah. “Ini perintah dokter dan saya berdisiplin terhadap menu makanan. Untuk datang ke acara seperti di istana ini, sebenarnya saya juga tidak diperbolehkan. Maka sebaiknya saya tidak diundang lagi ke sini,” ujarnya.

Kegiatan terakhir yang banyak dilakukan adalah mengkliping koran dan menggarisi kalimat-kalimat di artikel koran dengan stabilo. Sampai kini setiap pagi ia masih terus membaca paling tidak 30 koran.

Akan tetapi, kegembiraan yang dimiliki Ali Sadikin ialah kebersamaannya setiap saat dengan putra bungsunya, yaitu Yasser Umarsyah Sadikin, murid kelas dua SMP Global Bintaro. Ini hadiah dari Tuhan yang tiada taranya.  ►tsl

*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)

Mengenal tanda-tanda dini dyslexia

Posted: September 6, 2010 in Kesehatan

Dyslexia adalah tidak bisa membaca yang dapat terjadi pada usia berapa saja. Tapi tanda-tanda awal sering tampak di awal masa kanak-kanak. Berikut daftar kemungkinan tanda-tanda awal dyslexia menurut Nemours Foundation

  • Sulit belajar bicara dan mengucapkan kata-kata yang lebih panjang.
  • Masalah-masalah dengan sanjak
  • Sulit belajar abjad, hari dalam minggu, angka, mengenali warna dan bentuk.
  • Bermasalah dalam mengenali bunyi dan nama-nama huruf tertentu.
  • Sulit menulis atau membaca namanya sendiri.
  • Bermasalah dengan suku kata atau mengucapkan bunyi-bunyi tertentu.
  • Mengubah urutan huruf ketika membaca atau mengeja beberapa kata
  • Kesulitan dengan tulisan tangan
  • Kurang keterampilan motor halus

(Healthday)

Ali Sadikin

Posted: September 5, 2010 in Sejarah

Ali Sadikin (lahir di Sumedang, Jawa Barat, 7 Juli 1927 – meninggal di Singapura, 20 Mei 2008 pada umur 80 tahun adalah seorang letnan jenderal KKO-AL (Korps Komando Angkatan Laut) yang ditunjuk oleh Presiden Soekarno menjadi Gubernur Jakarta pada tahun 1966. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Deputi Kepala Staf Angkatan Laut, Menteri Perhubungan Laut Kabinet Kerja, Menteri Koordinator Kompartemen Maritim/Menteri Perhubungan Laut Kabinet Dwikora dan Kabinet Dwikora yang disempurnakan di bawah pimpinan Presiden Soekarno. Ali Sadikin menjadi gubernur yang sangat merakyat dan dicintai rakyatnya. Karena itu ia disapa akrab oleh penduduk kota Jakarta dengan panggilan Bang Ali sementara istrinya, Ny. Nani Sadikin, seorang dokter gigi, disapa Mpok Nani.

Gubernur Jakarta

Ali Sadikin adalah gubernur yang sangat berjasa dalam mengembangkan Jakarta menjadi sebuah kota metropolitan yang modern. Di bawah kepemimpinannya Jakarta mengalami banyak perubahan karena proyek-proyek pembangunan buah pikiran Bang Ali, seperti Taman Ismail Marzuki, Kebun Binatang Ragunan, Proyek Senen, Taman Impian Jaya Ancol, Taman Ria Monas, Taman Ria Remaja, kota satelit Pluit di Jakarta Utara, pelestarian budaya Betawi di kawasan Condet, dll. Bang Ali juga mencetuskan pesta rakyat setiap tahun pada hari jadi kota Jakarta, 22 Juni. Bersamaan dengan itu berbagai aspek budaya Betawi dihidupkan kembali, seperti kerak telor, ondel-ondel, lenong dan topeng Betawi, dsb.

Ia juga sempat memberikan perhatian kepada kehidupan para artis lanjut usia di kota Jakarta yang saat itu banyak bermukim di daerah Tangki, sehingga daerah tersebut dinamai Tangkiwood.

Selain itu, Bang Ali juga menyelenggarakan Pekan Raya Jakarta yang saat itu lebih dikenal dengan nama Jakarta Fair, sebagai sarana hiburan dan promosi dagang industri barang dan jasa dari seluruh tanah air, bahkan juga dari luar negeri. Ali Sadikin berhasil memperbaiki sarana transportasi di Jakarta dengan mendatangkan banyak bus kota dan menata trayeknya, serta membangun halte (tempat menunggu) bus yang nyaman.

Di bawah pimpinan Bang Ali, Jakarta berkali-kali menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) yang mengantarkan kontingen DKI Jakarta menjadi juara umum selama berkali-kali.

Salah satu kebijakan Bang Ali yang kontroversial adalah mengembangkan hiburan malam dengan berbagai klab malam, mengizinkan diselenggarakannya perjudian di kota Jakarta dengan memungut pajaknya untuk pembangunan kota, serta membangun kompleks Kramat Tunggak sebagai lokalisasi pelacuran. Di bawah kepemimpinannya pula diselenggarakan pemilihan Abang dan None Jakarta.

Masa jabatan Ali Sadikin dimulai pada tahun 1966 dan berakhir pada tahun 1977, dan ia digantikan oleh Letjen. Tjokropranolo.

Setelah Tidak Menjadi Gubernur

Setelah berhenti dari jabatannya sebagai gubernur, Ali Sadikin tetap aktif dalam menyumbangkan pikiran-pikirannya untuk pembangunan kota Jakarta dan negara Indonesia. Hal ini membawanya kepada posisi kritis sebagai anggota Petisi 50, sebuah kelompok yang terdiri dari tokoh-tokoh militer dan swasta yang kritis terhadap pemerintahan Presiden Soeharto.

Hitam – Putihnya Ali Sadikin


Ali Sadikin terkenal dan kontroversial saat masih aktif menjadi gubernur Jakarta. Tapi Ali Sadikin juga masih tetap menjadi kontroversi saat sudah lengser. Petisi 50 adalah salah satu ‘nama tengah’ Ali sadikin yang terus diingat orang. Sejenak mengenal Ali Sadikin tampaknya bisa kita runut kembali dengan membaca kutipan wawancara wartawan Tempo Setiyardi dengan Ali Sadikin:

Mengapa Anda mengusulkan agar judi kembali dilegalkan di Jakarta?

Saya ingin bersikap realistis dan tidak munafik. Ketika menjadi Gubernur DKI Jakarta (1966-1977), saya melegalkan judi karena pemda tak punya anggaran cukup. Padahal saat itu butuh banyak uang untuk membangun sekolah, puskesmas, dan jalan. Alim ulama semua meributkan, tapi saya bilang ke mereka, kalau mengharamkan judi, mereka harus punya helikopter. Soalnya, jalan-jalan saya bangun dari uang judi. Jadi, jalan di Jakarta juga haram.

Jadi, Anda tahu bahwa agama sebenarnya mengharamkan judi?

Ya! Saya tahu judi itu haram. Tapi kita harus memikirkan masyarakat kecil. Demi judi, saya rela masuk neraka. Tapi saya yakin Allah mengerti apa yang saya perbuat. Saya jengkel dengan orang-orang yang mengaku Islam itu. Mereka merasa dirinya malaikat. Mereka masih berpikir seperti abad ke-15.

Bagaimana potret judi di Jakarta sekarang? Apakah akan memberi kontribusi besar?

Dari pelbagai sumber saya, jumlahnya mencapai triliunan rupiah per tahun. [Ia menyebut nama-nama sumbernya, “Tapi jangan dimuat, off the record,” katanya]. Kalau judi di Jakarta legal, Pemda DKI Jakarta bisa mendapat uang sekitar Rp 15 triliun per tahun. Itu jumlah yang besar. Bisa untuk membangun macam-macam. Untuk melanjutkan Proyek Banjir Kanal Timur, mendalamkan sungai, membuat rumah susun, membangun jalan-jalan. Proyek-proyek itu tak bisa ditunda lagi. Padahal pemerintah tak punya uang untuk menjalankannya.

Siapa penguasa bisnis judi di Jakarta sekarang?

Jangan tanya saya. Tanyakan ke aparat keamanan yang sekarang jadi beking mereka. Polisi pasti tahu siapa saja pemain yang ikut terlibat.
Bagaimana bila rakyat miskin ikut bermain judi?
Itu bisa diatur. Judi bisa ditujukan hanya untuk orang kaya etnis Cina. Bagi orang Cina, bermain judi adalah budaya. Itu untuk membuang sial. Makanya, dulu zaman Belanda kegiatan berjudi juga disahkan. Sekarang sebetulnya banyak bisnis judi di Jakarta. Banyak aparat keamanan yang jadi beking. Tapi kita ini orang munafik.
Tapi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang mendominasi DPRD Jakarta, tak setuju usul Anda…

Alaaa, itu…. (Bang Ali mengeluarkan kata mengumpat —Red). Waktu saya bicara soal judi di DPRD Jakarta, yang berani bicara cuma satu orang. Tapi di surat kabar persoalannya jadi ramai. Kalau berani, suruh PKS bicara dengan saya. Saya akan tanya, apakah mereka bisa memberikan pekerjaan ke para pengangguran. Apakah bisa memberi uang Rp 15 triliun per tahun untuk Jakarta. Kalau memang bisa, bolehlah PKS mengharamkan judi.
PKS juga ingin menghapuskan hiburan malam yang berbau maksiat?

Itu sikap sok-sokan. Mereka harus sadar kita hidup di abad modern. Jangan merasa hebat dengan Islam-nya. Pemerintah, pengadilan, tentara, semua orang Islam. Tapi toh korupsi nomor satu. Jadi, jangan sombong dengan membawa-bawa Islam. Kalau cuma bicara sambil mengutip ayat, itu cuma untuk mencari popularitas. Mereka mau jadi penguasa.


Apakah Anda juga setuju dengan lokalisasi prostitusi?

Ya. Saya yang membuat lokalisasi di Kramat Tunggak. Soalnya, ketika itu banyak berkeliaran “becak komplet” yang isinya wanita tunasusila. Daripada berkeliaran di jalan, lebih baik dibuat lokalisasi khusus. Sekarang juga banyak ABG di mal-mal yang menjadi wanita tunasusila. Mengapa tidak kita lokalisasi saja? Itu lebih baik. Saya heran Pemda DKI dan DPRD menutup Kramat Tunggak. Saya sudah bilang ke Sutiyoso, “Memang nanti Sutiyoso masuk surga. Kalau saya, sih, akan masuk neraka.”

Anda juga mengusulkan konsep megapolitan, kesatuan Jakarta dan kota-kota di sekitarnya. Apa ide dasarnya?
Kota-kota kabupaten itu? Bogor, Tangerang, Bekasi, dan Depok? Pembangunannya harus disatukan dengan DKI Jakarta. Konsep ini telah dirintis sejak zaman Bung Karno. Belakangan, kita mengenal sebutan Jabotabek. Kalau perencanaan pembangunannya bisa disatukan, kita akan memiliki konsep yang terpadu. Mereka dapat saling menunjang.
Apakah mungkin?

Sangat mungkin. Saya mengirim surat ke Presiden Yudhoyono untuk memberi masukan soal ini. Saya dan Sutiyoso lalu diterima Presiden membicarakan konsep ini. Pada prinsipnya, Presiden mendukung. Beliau bahkan sudah terlihat akan bergerak ke arah usulan itu. Untuk menjalankannya, Presiden bisa membuat Keppres. Tapi akan lebih baik bila pemerintah mengusulkan sebuah undang-undang tentang megapolitan itu.
Mengapa perencanaan pembangunan Jakarta dan kota sekitarnya harus jadi satu?

Agar terintegrasi. Banyak contoh kasus akibat perencanaan yang tak sinkron. Misalnya persoalan pabrik pengolahan sampah di Bojong, Bogor. Mereka tak mau wilayahnya dibuat jadi pabrik sampah. Padahal Jakarta tak punya tanah untuk mengolah sampah. Mereka tak tahu bahwa pabrik sampah Bojong dibuat perusahan Jerman. Semua sampah diangkut truk khusus yang tertutup. Tak ada sampah yang ditimbun di tanah. Semua akan diolah dalam pabrik menjadi batu bata. Pabrik itu membutuhkan 1.300 pegawai yang bisa direkrut dari masyarakat sekitar. Penolakan itu karena ada yang menghasut. Mungkin juga karena melihat kasus di Bantar Gebang, Bekasi. Padahal konsepnya sangat berbeda.
Apakah konsep megapolitan akan mencaplok wilayah Jawa Barat dan Banten?
Konsep ini tak mencaplok wilayah Jawa Barat dan Banten. Sebagai orang Sunda, saya tak setuju kalau Jakarta mengambil wilayah Jawa Barat. Konsep ini untuk menyatukan perencanaan pembangunan Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, dan Depok. Semua jadi satu konsep dan satu arah. Soal administrasi, mereka masih ikut Jawa Barat dan Tangerang ikut Banten. Pajak daerah masih untuk mereka.


Mengapa tanggung? Bukankah lebih mudah bila dilebur jadi satu provinsi?

Memang ada yang ekstrem. Bupati Bekasi, misalnya, ingin jadi bagian Jakarta. Selama ini mereka merasa ketinggalan. Tapi saya tak ingin Jawa Barat kehilangan wilayah. Jawa Barat juga punya sejarah panjang yang harus dijaga. Sebagai orang Sunda, saya merasa terhina bila wilayah Jawa Barat dicaplok Jakarta. Saya tak ingin kasus Banten terulang. Karena Bandung tak memperhatikan Banten, lalu mereka jadi provinsi sendiri. Tapi sekarang Banten tak maju-maju. Gubernurnya malah jadi tersangka korupsi.

Bila konsep megapolitan dijalankan, apa keuntungan kota-kota di sekitar Jakarta?

Jakarta harus membantu keuangan Bogor, Bekasi, Tangerang, dan Depok. Bisa saja Jakarta memberi tiap kota Rp 500 miliar per tahun. Jakarta juga bisa memberi bantuan tenaga ahli. Kita harus saling mengisi. Jadi, ini akan saling menguntungkan. Saya sudah membicarakan konsep ini di DPRD Jakarta. Sekarang menunggu reaksi mereka.


Konsep Anda sejalan dengan gagasan Gubernur Jakarta Sutiyoso?

Saya memang penasihatnya. Saya bilang ke Sutiyoso untuk merencanakan Jakarta dengan matang. Dulu saya membuat master plan Jakarta untuk 20 tahun. Itu membuat saya dibanggakan oleh masyarakat Jakarta, bahkan oleh rakyat Indonesia. Sayangnya, hal itu tidak dilakukan gubernur selanjutnya. Padahal membangun sebuah kota tidak mudah.
Mengapa Anda mau menjadi penasihat Sutiyoso?

Saya tahu dia dimusuhi banyak orang. Dia juga kontroversial. Tapi saya suka Sutiyoso karena keberaniannya. Dia juga punya ide untuk Jakarta. Memang Sutiyoso harus menerima pelbagai risiko. Selain itu, saya merasa Sutiyoso orang yang mengerti adat ketimuran. Dialah satu-satunya Gubernur DKI Jakarta yang pada awal jabatannya tahun 1996 menemui saya. Ketika itu Soeharto masih memusuhi saya. Sutiyoso datang untuk minta masukan. Gubernur yang lain tak pernah melakukan hal itu. Mereka tak tahu adat-istiadat. Padahal, kalau mereka datang, mereka yang untung. Itulah sebabnya dulu saya juga mendatangi bekas gubernur dan wali kota di DKI Jakarta untuk minta masukan mereka.


Anda resmi diangkat sebagai penasihat Gubernur DKI?

Ya. Sebagai gubernur, dia berhak mengeluarkan SK pengangkatan penasihat gubernur. Dengan jabatan itu, setiap bulan saya mendapat gaji Rp 600 ribu. Itu saya anggap tambahan saja. Soalnya, sebagai pensiunan gubernur, menteri, dan tentara, saya mendapat sekitar Rp 5 juta. Selain itu, pemda juga memutuskan saya tak perlu membayar listrik dan air PAM. Saya dianggap sebagai tokoh masyarakat.


Apa pendapat Anda soal kondisi Jakarta sekarang?

Makin berat. Kemacetan lalu-lintas terjadi di mana-mana. Saya orang yang tidak sabar dan bersikap kepala batu. Makanya saya berharap konsep megapolitan itu bisa menolong. Kota-kota di sekitar Jakarta harus menjadi satelit yang mandiri. Jadi, mereka harus mengurus kotanya. Ada perkantoran, industri, dan lain-lain. Kota Rotterdam di Belanda, misalnya, jumlah penduduknya turun karena ada kota-kota satelit di sekitarnya.

Anda pernah membuat perencanaan pembangunan Jakarta untuk 20 tahun. Mengapa tak jalan?

Gubernur Tjokropranolo, penerus saya, melakukan gerakan de-Ali-Sadikin-isasi. Semua kebijakan saya dihapuskan. Soalnya, ketika itu saya mulai bicara keras soal pemerintahan. Bersama Bung Hatta dan Jenderal Nasution, tahun 1978 saya mendirikan Yayasan Kesadaran Berkonstitusi. Kami melihat Soeharto mulai melenceng. Setelah itu, tahun 1980 saya membuat Petisi 50 yang menjadi oposisi bagi Soeharto. Itu membuat saya dianggap menjadi musuh pemerintah. Tapi saya merasa Tuhan menjaga saya. H.R.Dharsono, Ali Moertopo, dan tokoh lain sudah meninggal. Sampai sekarang saya tidak ada apa-apa. Saya malah bisa berlebaran ke Cendana. Soeharto saya rangkul dan saya beri sun. Saya tidak menaruh dendam ke Soeharto.
Anda juga tokoh penting dalam sejarah TNI-AL. Bagaimana Anda melihat Angkatan Laut kita saat ini?

Saya sedih melihat nasib Angkatan Laut. Padahal kita ini negara maritim, tapi kita takut dengan laut. Yang dibesar-besarkan justru konsep teritorial. Itu kebijakan yang salah arah. Akibatnya, kondisi AL nyaris lumpuh. Yang ada kapal-kapal tua. Bagaimana mungkin berperang dengan Malaysia? Kita bahkan tak mampu menjaga perairan kita dari serbuan nelayan asing.


Dulu, apa yang Anda lakukan?

Untuk merebut Irian Barat, tahun 1960 saya lima kali ke Rusia. Ketika itu jabatan saya Deputi II Menteri Kepala Staf Angkatan Laut. Kita membeli 150 kapal perang dari Rusia. Empat belas di antaranya kapal selam. Total harga kapal-kapal itu US$ 800 miliar. Karena tak punya uang, kita pinjam dari Rusia. Untuk mengoperasikannya, saya mengirim para prajurit kita ke Rusia. Nah, melihat kekuatan mesin perang kita, Amerika dan PBB akhirnya memerintahkan Belanda keluar dari Irian Barat.


Omong-omong, mengapa Anda masih saja bersikap keras?

Itu sudah bawaan saya. Saya ini kepala batu. Kalau marah sering keluar kata “goblok!” Saat jadi gubernur, saya juga sering menempeleng bawahan yang salah. Saya juga ikut memukul copet yang tertangkap. Tapi, kalau sudah sampai di rumah, saya justru sedih. Saya kemudian sering memanggil orang-orang yang saya pukul. Saya tanya tentang keadaan mereka.

Meninggal

Bang Ali meninggal di Singapura pada hari Selasa, 20 Mei 2008. Dia meninggalkan lima orang anak laki-laki dan istri keduanya yang ia nikahi setelah Nani terlebih dahulu meninggal mendahuluinya. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, anak sulung mantan presiden Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana turut hadir melayat. Jenazahnya dimakamkan di TPU Tanah Kusir.

Sumber :

Wikipedia.org

Sumber wawancara: Tempo, September 2005

Foto:www.aliciapatterson.org

Banjir Kanal Jakarta

Posted: September 5, 2010 in Sejarah

Banjir Kanal Jakarta adalah kanal yang dibuat agar aliran sungai Ciliwung melintas di luar Batavia, tidak di tengah kota Batavia. Banjir kanal ini merupakan gagasan Prof H van Breen dari Burgelijke Openbare Werken atau disingkat BOW, cikal bakal Departemen PU, yang dirilis tahun 1920. Studi ini dilakukan setelah banjir besar melanda Jakarta dua tahun sebelumnya. Inti konsep ini adalah pengendalian aliran air dari hulu sungai dan mengatur volume air yang masuk ke kota Jakarta. Termasuk juga disarankan adalah penimbunan daerah-daerah rendah.

Antara tahun 1919 dan 1920, gagasan pembuatan Banjir Kanal dari Manggarai di kawasan selatan Batavia sampai ke Muara Angke di pantai utara sudah dilaksanakan. Sebagai pengatur aliran air, dibangun pula Pintu Air Manggarai dan Pintu Air Karet.

Banjir Kanal Barat dan Timur

Dengan bantuan Netherlands Engineering Consultants, tersusunlah “Master Plan for Drainage and Flood Control of Jakarta” pada Desember 1973. Berdasarkan rencana induk ini, seperti yang ditulis Soehoed dalam Membenahi Tata Air Jabotabek, pengendalian banjir di Jakarta akan bertumpu pada dua terusan yang melingkari sebagian besar wilayah kota.

Terusan itu akan menampung semua arus air dari selatan dan dibuang ke laut melalui bagian- bagian hilir kota. Kelak, terusan itu akan dikenal dengan nama Banjir Kanal Barat dan Banjir Kanal Timur. Ini adalah salah satu upaya pengendalian banjir Jakarta di samping pembuatan waduk dan penempatan pompa pada daerah-daerah yang lebih rendah dari permukaan air laut.

Di dalam rencana induk itu dirancang sistem pengendalian dengan membuat kanal yang memotong aliran sungai atau saluran di wilayah Jakarta Barat. Kanal ini adalah perluasan terusan banjir peninggalan Van Breen, yang kemudian beken disebut sebagai Banjir Kanal Barat (BKB). Tetapi, karena sebagian besar alur kanal ini melintasi daerah permukiman padat, untuk pembebasan tanahnya dibutuhkan persiapan dan pelaksanaan yang panjang. Akibatnya, pembuatan perluasan BKB tersebut pun tertunda.

Setelah terjadi banjir di wilayah Jakarta Barat pada Januari 1979, pemerintah pusat bersama Pemerintah Daerah DKI Jakarta mencari jalan pemecahan untuk mengurangi potensi terjadinya genangan pada masa yang akan datang. Rencana perluasan BKB pun diganti dengan pembuatan jaringan pengendali banjir lainnya, yakni jaringan kanal dan drainase yang dinamakan Sistem Drainase Cengkareng. Saluran banjir Cengkareng selesai dibuat pada tahun 1983.

Banjir Kanal Barat

Pembangunan saluran banjir Banjir Kanal Barat, atau juga sering disebut Kali Malang (Barat) ini dimulai tahun 1922, dengan bagian hulu berawal dari daerah Manggarai ke arah barat melewati Pasar Rumput, Dukuh Atas, lalu membelok ke arah barat laut di daerah Karet Kubur. Selanjutnya ke arah Tanah Abang, Tomang, Grogol, Pademangan, dan berakhir di sebuah reservoar di muara, di daerah Pluit.

Banjir Kanal Timur

Untuk mengatasi banjir akibat hujan lokal dan aliran dari hulu di Jakarta bagian timur dibangun Banjir Kanal Timur (BKT). Sama seperti BKB, BKT mengacu pada rencana induk yang kemudian dilengkapi “The Study on Urban Drainage and Wastewater Disposal Project in the City of Jakarta” tahun 1991, serta “The Study on Comprehensive River Water Management Plan in Jabotabek” pada Maret 1997. Keduanya dibuat oleh Japan International Cooperation Agency.

Selain berfungsi mengurangi ancaman banjir di 13 kawasan, melindungi permukiman, kawasan industri, dan pergudangan di Jakarta bagian timur, BKT juga dimaksudkan sebagai prasarana konservasi air untuk pengisian kembali air tanah dan sumber air baku serta prasarana transportasi air.

BKT direncanakan untuk menampung aliran Kali Ciliwung, Kali Cililitan, Kali Cipinang, Kali Sunter, Kali Buaran, Kali Jati Kramat, dan Kali Cakung. Daerah tangkapan air (catchment area) mencakup luas lebih kurang 207 kilometer persegi atau sekitar 20.700 hektar. Rencana pembangunan BKT tercantum dalam Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 6 Tahun 1999 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah 2010 Provinsi DKI Jakarta.

BKT akan melintasi 13 kelurahan (2 kelurahan di Jakarta Utara dan 11 kelurahan di Jakarta Timur) dengan panjang 23,5 kilometer. Total biaya pembangunannya Rp 4,9 triliun, terdiri dari biaya pembebasan tanah Rp 2,4 triliun (diambil dari APBD DKI Jakarta) dan biaya konstruksi Rp 2,5 triliun dari dana APBN Departemen Pekerjaan Umum.

Untuk pembuatan BKT, perlu pembebasan lahan seluas 405,28 hektar yang terdiri dari 147,9 hektar di Jakarta Utara dan 257,3 hektar di Jakarta Timur. Sampai dengan September 2006, lahan yang telah dibebaskan 111,19 hektar dengan biaya sekitar Rp 700 miliar. Untuk tahun 2007, direncanakan pembebasan 267,36 hektar dengan biaya Rp 1,2 triliun.

Dalam kenyataannya, pembuatan kanal yang sudah direncanakan lebih dari 30 tahun lalu itu menghadapi pembebasan tanah yang berjalan alot. Pembangunannya menjadi lambat. Rencana tersebut tidak kunjung selesai direalisasikan, dan banjir seperti yang kini dirasakan warga Jakarta menjadi kenyataan setiap tahun

Sumber : Wikipedia.org